Monday, May 20, 2013

Sering Marah Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

LEDAKAN kemarahan yang keterlaluan meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung. Semakin kuat kemarahan, semakin besar risiko infark miokard akut (AMI), atau umumnya dikenal sebagai serangan jantung.

Disebutkan dalam The Americcan Journal of Cardiology, seperti dikutip dari laman mydailyhealth, ada hubungan antara intesnsiti kemarahan dengan serangan jantung.

"Ledakan kemarahan berhubungan dengan peningkatan mendadak kondisi kardiovaskular, namun belum diketahui apakah tingkat kemarahan yang lebih besar berhubungan dengan meningkatnya risiko AMI; atau apakah faktor termodifikasi berpotensi mengurangi risiko jangka pendek AMI," kata kumpulan penyekidik, menulis dalam The Journal of Cardiology Americcan.

Wednesday, May 15, 2013

5 Penyebab Perut Kembung

Perut kembung seringkali dikaitkan dengan pengambilan makanan yang cepat membuat gas, sehingga membuat perut "penuh". Namun sama ada disedari atau tidak, ternyata ada beberapa kebiasaan yang mengakibatkan perut kembung.

Ketahui beberapa kebiasaan berikut untuk menghindari terjadinya perut kembung pada anda.

1. Terlalu banyak mengunyah gula-gula tiruan

Gula-gula atau manisan dan makanan lain yang mengandung pemanis tiruan seperti sorbitol yang tidak mudah dicerna oleh lambung boleh memicu perut kembung. Hal tersebut dinyatakan oleh juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics Christine Gerbstadt.

2. Makan terburu-buru
Ketika anda makan dengan terburu-buru, anda turut menelan banyak udara yang dapat menyebabkan gas di dalam lambung. Maka kunyahlah makanan dengan baik, dengan mulut tertutup. Minumlah terus dari gelas, bukan dengan alat penyedut seperti straw. Juga hindari aktiviti fizikal yang terlalu berat ketika baru saja selesai makan.

Tuesday, May 14, 2013

Ibu Menyusukan Anak Membantu Turunkan Risiko Diabetes Ibu Dan Anak

Ibu memberi susu badan terhadap bayinya ternyata bukan sekadar membekalkan makanan sihat untuk bayi, tetapi juga membantu mengurangi risiko diabetes yang dideritai oleh si ibu.

Menurut Staf Divisi Metabolik Endrokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakulti Kedoktoran Universiti Indonesia dr. Dyah Purnamasari, SpPD, susu ibu  dapat mencegah risiko diabetes yang diturunkan orang tua kepada anaknya.

"Dengan menyusui bayi, sebenarnya ibu tidak perlu berusaha ekstra untuk diet kerana berat tubuhnya akan turun dengan cepat dan hebatnya air susu ibu juga akan menurunkan risiko diabetes bagi bayi. Susu ibu ekslusif sangat membantu bayi dan ibu.
 
Justeru pemberian pemberian susu ibu ekslusif  mengatur nutrisi bayi, membiasakan bayi aktif dan diberi makan sihat adalah hal penting untuk mencegah bayi obesiti dan terhindar dari diabetes. [liputan6.com]